Kamis, 30 Mei 2013

Memulyakan Tamu Ketika Mengalami Musibah kematian


Memulyakan Tamu Ketika Mengalami Musibah kematian

Ketika kita bertakziyah atau berkunjung kepada orang yang kena musibah, banyak orang yang kesusahan atau orang yang kena musibah kematian atau meninggal dunia mengeluarkan makanan minimal minuman, kenapa kok begitu? Bukan hanya orang yang bertakziyah yang membawa makanan seperti misalnya bawa beras, mie tapi orang yang kena musibah kematian juga dianjurkan untuk mengeluarkan makanan minimal minuman dalam hal memulyakan tamu  
Dalilnya ketika Sayyina Umar mengimami shalat berjamaah muncullah seorang yang tak dikenal menyelinap dan bermakmum kepada beliau pas dibelakangnya dan di sampingnya ada sahabat yang bernama Suhaib, waktu shalat berjamaah dimulai berjalan tiba-tiba Sayyidina Umar ditikam oleh orang yang tak dikenal tadi, langsung lari dan Sayyidina Umar terjatuh, cepat-cepat sahabat Suhaib memangku beliau, beliau sempat bertanya dan berbincang kepada Sahabat Suhaib. Sayyidina bertanya : Siapakah dia Suhaib ? Suhaib berkata : dia adalah orang Kristen dari Persia wahai Sayyidina Umar ? Berkatalah Sayyidina Umar kepada Sahabat Suhaib : Wahai Suhaib, tatkala saya meninggal, tolong shalatkan diriku 3 kali dan anda jadi imam shalatnya, dan keluargaku tolong anda kabari bahwa keluarkanlah makanan dan minuman untuk orang yang bertakziyah.
Dalil berikutnya yaitu : Menurut Imam Thowus : ketika ada orang yang meninggal dunia nanti dikuburnya ditanyai Malaikat Munkar dan Nakir selama 1 minggu bagi orang Islam dan 41 hari bagi orang kafir yang mati. Jika di dalam kuburnya nanti ingin menemui kesenangan dan tidak ada kesedihan (bagi orang mukmin/Islam) maka dianjurkan untuk mengeluarkan makanan untuk menjamu tamu apalagi ditambahkan dengan membaca doa-doa dan wirid (seperti tahlil dan Yasin),

Dari kedua dalil tersebut maka pentingnya untuk kita bershadaqah walaupun orang yang kena musibah meninggalnya orang yang kita cintai dan kita sayangi, agar hidup di dalam kubur mendapatkan keselamatan, ketenangan dan kesenangan, amin yaa rabbal alamin

Semoga bermanfaat bagi saya sendiri dan seluruh pembaca yang saya cintai 

Memulyakan Tamu Ketika Mengalami Musibah kematian

Tidak ada komentar: