Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Penyakit. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juni 2013

SALAH SATU PENYEBAB KANKER PAYUDARA ADALAH STRES



SALAH SATU PENYEBAB KANKER PAYUDARA ADALAH STRES


Banyak sekali Wanita karier berusaha keras untuk meraih kesuksesan dalam bekerja sangat rentan sekali terkena kanker payudara karena merupakan gaya hidup kebanyakan wanita pada masa sekarang ini. Karena banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa penyebab kanker payudara salah satunya adalah stres    


Dalam laboratorium penelitian itu, Banyak sekali wanita  pada usia 30-an tahun yang menempati posisi manajerial di tahun 1970 memiliki tingkat tinggi stres pada wanita karier di masa kini. Dalam posisi yang tentunya dihadapkan pada banyak tuntutan profesional, risiko kanker payudara naik hingga 70 persen. Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia 40-60 tahun.



Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia di atas 75 tahun. Hubungan antara stres dan makin tinggi jabatan seorang wanita,  makin besar pula risiko kanker yang mungkin akan dihadapi itu yang dilakukan selama 55 tahun dalam penelitian.

"Kami meyakini bahwa perempuan masih menghadapi stres semacam ini, dan karenanya peningkatan risiko (kanker) masih teramati hingga sekarang," kata Dr Pudrovska yang dalam penelitian ini melibatkan hampir 4.000 orang, yang pada 1975 seluruhnya berusia 36 tahun.

Maka dari dalam system gender jangalah terlalu diandalkan karena jika wanita karier terlalu berat berpikir  untuk meraih kesuksesan maka sangat rentan sekali kena kanker payudara, berhati-hatilah wahai wanita …..  

SALAH SATU PENYEBAB KANKER PAYUDARA ADALAH STRES

Kamis, 06 Juni 2013

Mengenal Penyebab Penyakit HIV AIDS

-->
Mengenal Penyebab Penyakit HIV AIDS
Banyak sekali sebab-sebab  penyakit HIV AIDS tertularkan melalui aliran yaitu darah yang terinfeksi, air mani atau cairan vagina yang memasuki tubuh. HIV AIDS itu sendiri tidak bisa ditularkan melalui air, udara dan juga jika bersentuhan kulit misal berpegangan tangan, berciuman dengan lawan jenis atau sesama jenis. Di sini akan menguraikan beberapa sebab penyakit HIV AIDS antara lain adalah :

* Berhubungan seks 

- Melakukannya dengan lawan jenis atau sesama jenis biasanya orang yang terkena HIV kebanyakan dari pelaku yang berganti-ganti pasangan, bagi pasangan suami istri yang sah hampir 90 % tidak terkena penyakit HIV AIDS karena selalu terjaga oleh Sang Pencipta Alam.
- Jika melakukan hubungan seks melalui berbagai cara yaitu : melalui anal, oral, dan vaginal karena sebab air mani atau cairan vagina akan masuk melalui mulut dan dari dubur maka virus akan menyebar dan mengalir dalam tubuh.  
* Transfusi darah. 

Dalam beberapa kasus, virus dapat ditularkan melalui transfusi darah akan memasuki dalam tubuh virus akan menyebar dalam tubuh.
* Berbagi jarum. 

Virus HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Berbagi kepemilikan obat intravena menempatkan Anda pada risiko tinggi HIV dan penyakit menular lainnya seperti hepatitis.
* Dari ibu ke anak. 

Ibu yang terinfeksi dapat menginfeksi bayi selama kehamilan atau persalinan, atau melalui menyusui. Tetapi jika perempuan menerima pengobatan untuk infeksi virus HIV selama kehamilan, risiko untuk bayi mereka secara signifikan berkurang.

Sebenarnya HIV AIDS aslinya tidak berbahaya karena jika kita tidak melakukan hal yang dilarang yaitu berzina atau juga melakukan hal-hal yang menjijikkan seperti vaginal, oral, anal, cuman kita harus waspada terhadap sebab-sebab penyakit HIV AIDS. Orang yang kena penyakit HIV AIDS jangan anda jauhi  malah dekatilah mereka karena mereka itu perlu hiburan dalam penyembuhannya. Semoga Allah melindungi kita darinya. Aminn
  
Mengenal Penyebab Penyakit HIV AIDS

Senin, 22 April 2013

Hal Yang Terpenting Untuk Kolesterol





Hal Yang Terpenting Untuk Kolesterol


Kolesterol adalah lemak yang ada di dalam darah yang produksinya dihasilkan oleh tubuh lewat makanan yang kita makan. Kolesterol dibentuk di dalam hati dan diangkut oleh lipoprotein melalui pembuluh darah ke sel tubuh. Lipoprotein diproduksi oleh protein di dalam hati yang dibedakan berdasarkan berat jenisnya. Pertama yaitu high density lipoprotein (HDL) dan yang kedua adalah low density lipoprotein (DL). Kedua protein tersebut berfungsi sebagai alat angkut kolesterol.
  
Kegunaan Kolesterol
Memang kolesterol itu adalah penyakit, benar, tapi itu kalau kadarnya sudah tinggi. Sebenarnya kolesterol bermanfaat bagi tubuh kita. Kegunaan dari kolesterol adalah:
  1. Berperan penting dalam pembentukan hormon seks (esterogen dan testosteron).
  2. Meminyaki kulit tubuh.
  3. Membentuk kortex adrenal yaitu untuk keseimbangan garam dalam tubuh.
  4. Membentuk vitamin D yang membantu penyerapan kalsium.
  5. Membentuk garam empedu yang mambantu usus dalam menyerap lemak.

Kolesterol jika dianggap sebagai sesuatu yang jahat bagi tubuh. Kolesterol dianggap buruk lantaran berbahaya bagi kesehatan jantung.

Berikut ini ada 5 fakta penting tentang kokesterol yang perlu Anda ketahui, seperti dikutip dari Times of India, Senin (22/4/2013):

1. Beberapa Gejala Kolesterol Tinggi Terlihat oleh Mata

Umumnya, Anda bisa tahu tentang kolesterol tinggi melalui dokter. Tapi ada tanda kolesterol tinggi yang tampak oleh mata. Misalnya munculnya banyak benjolan kemerahan di tubuh yang dikenal sebagai xanthomas. Benjolan kemerahan ini disebabkan oleh kolesterol tinggi.

2. Anak-anak Juga Dapat Memiliki Penyakit Kolesterol

Karena obesitas atau riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung, anak-anak juga dapat memiliki kolesterol tinggi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan medis sedini mungkin dan menjaga pola makan anak.

3. Olahraga Dapat Meningkatkan Kolesterol Baik

Olahraga sehari-hari sangat bermanfaat bagi kesehatan, tak terkecuali jika Anda ingin mengontrol kolesterol. Olahraga teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kepadatan kolesterol baik secara alami.

4. Kolesterol Rendah Juga Bisa Berdampak Buruk

Kolesterol tinggi memang tidak baik untuk kesehatan, namun kolesterol yang sangat rendah juga tidak baik. Memiliki tingkat kolesterol yang stabil sangat penting, karena jika tingkat kolesterol turun di bawah 160 mg/dL maka dapat meningkatkan peluang terjadinya jenis kanker tertentu dan depresi.

5. Kolesterol Meningkat Setelah Menopause

Sebelum menopause, estrogen membantu menjaga tingkat kolesterol. Tapi setelah siklus menstruasi seorang wanita berakhir, tingkat estrogen menurun sehingga membuat kenaikan tajam kolesterol jahat. Akibat tingkat kolesterol yang meningkat, berarti juga meningkatkan risiko masalah jantung pada banyak wanita


Hal Yang Terpenting Untuk Kolesterol.

Rabu, 17 April 2013

Penyebab Rusaknya Tulang



Penyebab Rusaknya Tulang

Makanan Dan Minuman Dapat Menyebabkan Rusaknya TulangBanyak sekali orang-orang sudah merasa seperti melakukan hal yang terbaik untuk memperkuat tulang mereka karena rajin minum susu dengan berbagai merk susu yang sering muncul di iklan TV. Memang, susu merupakan salah satu sumber kalsium yang baik. Tetapi selain kalsium kita juga perlu vitamin D supaya penyerapan kalsium lebih optimal.
Demi tulang yang sehat kita juga wajib menjaga pola makan yang seimbang, ini berarti termasuk menghindari beberapa jenis asupan makanan dan minuman tertentu.
Jika Anda mempunyai riwayat riwayat osteoporosis dalam keluarga, sebaiknya Anda perlu mengurangi konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman berikut ini:

1. Kebanyakan protein
Dalam jumlah yang tepat, protein sangat penting untuk tulang yang sehat dan kuat. Wanita memerlukan sekitar 46 gram protein setiap hari, sedangkan pria sekitar 56 gram. Meski agak jarang ada orang yang kelebihan protein, tetapi jika berlebihan protein akan mengganggu keseimbangan keasaman di tubuh. Lingkungan yang terlalu asam menyebabkan tulang mudah keropos.



2. Kafein
Kebiasaan mengasup minuman berkafein bisa mengganggu penyerapan kalsium. Makin banyak Anda minum kafein, makin banyak kalsium yang terbuang di urin. Meski begitu efeknya termasuk kecil, terutama jika pola makan Anda termasuk tinggi kalsium.

3. Kelebihan alkohol
Konsumsi alkohol dalam skala moderat, sekitar satu gelas perhari untuk wanita dan dua gelas untuk pria, memang memberikan efek perlindungan bagi tulang. Tetapi tak ada alasan untuk mulai kebiasaan minum alkohol. Lagi pula kebanyakan alkohol justru menyebabkan kekuatan tulang berkurang.


4. Soda
Selain mengandung kafein, minuman bersoda juga bisa menyebabkan rusaknya tulang. Menurut para ahli kelebihan fosforus, agen perasa asam fosforik di soda, akan menganggu penyerapan kalsium.

5. Garam
Makin banyak garam yang masuk ke dalam tubuh, makin banyak pula kalsium yang terbuang melalui urin dan keringat.


Boleh-boleh saja Anda mengkonsumsi semuanya tapi ingat janganlah berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan Anda. Semoga Anda sehat-sehat aja. Amin

Penyebab Rusaknya Tulang

Sabtu, 09 Februari 2013

Pengertian dan sejarah HIV dan AIDS



 Pengertian dan sejarah HIV dan AIDS

A.   PENGERTIAN HIV-AIDS

1.    Pengertian HIV

HIV berarti Human Immunodeficiency Virus (virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia). HIV hanya menular antar manusia. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yaitu sistem yang melindungi tubuh terhadap infeksi.

2.    Pengertian AIDS
AIDS berarti Acquired Immune Deficiency Syndrome (sindroma penurunan kekebalan yang didapat).
Mendapatkan infeksi HIV menyebabkan sistem kekebalan menjadi semakin lemah. Keadaan ini akan membuat orang mudah diserang oleh beberapa jenis penyakit (sindroma) yang kemungkinan tidak mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Penyakit tersebut disebut sebagai infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik termasuk jamur pada mulut, jenis kanker yang jarang, dan penyakit tertentu pada mata, kulit dan sistem saraf.

A.   SEJARAH HIV-AIDS
1.    1926
Beberapa ilmuwan menganggap HIV menyebar dari kera ke manusia antara 1926-1946. Penelitian sekarang menunjukkan bahwa HIV kemungkinan pertama meloncat dari simpanse ke manusia pada 1675, tetapi jenis virus itu tidak menetapkan diri sebagai epidemi hingga 1930.
2.      1959
Seorang laki-laki meninggal dunia di Kongo dengan apa yang dianggap peneliti sebagai kematian AIDS pertama yang terbukti.
3.    1982
Pada Juli, akronim AIDS, kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome (sindrom dapatan yang disebabkan oleh penurunan sistem kekebalan tubuh) dianjurkan pada pertemuan di AS. Istilah SIDA dipakai dalam bahasa Prancis dan Spanyol.
Pada Agustus, nama AIDS mulai dipakai oleh surat kabar dan jurnal ilmiah, tetapi sindrom baru didefinisikan secara resmi oleh CDC pada September.


Pada Desember, CDC juga melaporkan kasus pertama penularan yang kemungkinan terjadi dari ibu-kebayi.
AIDS dilaporkan terdapat di 14 negara di seluruh dunia.



4.    1986
Seorang wanita berusia 25 tahun, meninggal dunia di RSCM, tes darahnya memastikan bahwa dia terinfeksi HTLV-III, dan dengan gejala klinis yang menunjukkan AIDS.
Pada akhir 1986, 85 negara sudah melaporkan 38.401 kasus AIDS pada WHO, dengan 84 di antaranya di Asia.
5.    1987
Seorang wisatawan asal Belanda meninggal di RS Sanglah, Bali. Kematian pria berusia 44 tahun itu diakui Depkes disebabkan AIDS. Indonesia masuk dalam daftar WHO sebagai negara ke-13 di Asia yang melaporkan kasus AIDS.
6.    1994
Pada 30 Mei, Presiden RI, Suharto, menandatangani Keputusan Presiden Nomor 36/2004 tentang Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Berdasarkan Kepres 36 ini, Menkokesra Ir Azwar Anas mengeluarkan Keputusan tentang Susunan, Tugas dan Fungsi Keanggotaan KPA pada 15 Juni, serta Keputusan tentang Strategi Nasional Penanggulangan AIDS di Indonesia pada 16 Juni. Pada Agustus, sebuah pokja KPA memperkirakan bahwa jumlah kasus infeksi HIV di Indonesia pada 2005 akan menjadi antara 600.000 (penularan rendah, intervensi yang efektif) dan 1.990.000 (penularan tinggi, tanpa intervensi).
Pada akhir tahun ini di Indonesia, secara kumulatif sudah dilaporkan 275 infeksi HIV, dengan 67 di antaranya AIDS. 100 di antaranya adalah WNA. 203 adalah laki-laki, 68 perempuan, 4 tidak diketahui. Jalur penularan: 69 homoseks, 160 heteroseks, 2 IDU, 2 transfusi darah, 2 hemofilia dan 40 tidak diketahui.
7.    2004
Pada 19 Januari, wakil dari pemerintah enam provinsi yang dianggap paling rentan terhadap HIV (Papua, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, DKI Jakarta, dan Riau), pada pertemuan di Papua dengan Ketua KPA Jusuf Kalla dan wakil dari enam departemen serta Ketua Komisi VII DPR-RI, Dr. Sanusi Tambunan, menyatakan Komitmen Sentani. Di antara tujuh pasal dalam komitmen tersebut, para peserta berjanji akan “Mengupayakan pengobatan HIV/AIDS termasuk penggunaan ARV kepada minimum 5.000 Odha pada tahun 2004.”
 
Departemen Kesehatan menetapkan 25 rumah sakit di 15 provinsi sebagai Rumah Sakit Rujukan AIDS, tahap pertama. Sedikitnya dua dokter, satu perawat dan satu konselor dari masing-masing rumah sakit diberi pelatihan khusus.

B.    TAHAPAN HIV-AIDS
WHO (World Health Organization, organisasi kesehatan sedunia) membentuk sistem untuk menggolongkan tahap penyakit.
HIV berdasarkan tanda dan gejala dibagi dalam empat stadium (tahap):
Stadium 1: tanpa gejala
Stadium 2: penyakit ringan
Stadium 3: penyakit lanjutan
Stadium 4: penyakit berat
Seorang yang terinfeksi HIV dapat tetap sehat bertahun-tahun tanpa ada tanda fisik atau gejala infeksi. Orang yang terinfeksi virus tersebut tetapi tanpa gejala adalah ‘HIVpositif’ atau mempunyai ‘penyakit HIV tanpa gejala.’
Apabila gejala mulai muncul, orang disebut mempunyai ‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan.’ Pada stadium ini seseorang kemungkinan besar akan mengembangkan infeksi oportunistik. ‘AIDS’ merupakan definisi yang diberikan kepada orang terinfeksi HIV yang masuk pada stadium infeksi berat.

D.          CARA PENULARAN HIV

1.       HIV terdapat di darah seseorang yang terinfeksi (termasuk darah haid), air susu ibu, air mani dan cairan vagina.
Pada saat berhubungan seks tanpa kondom, HIV dapat menular dari darah, air mani atau cairan vagina orang yang terinfeksi langsung ke aliran darah orang lain, atau melalui selaput lendir (mukosa) yang berada di vagina, penis, dubur atau mulut.
2.     HIV dapat menular melalui transfusi darah yang mengandung HIV; saat ini darah donor seharusnya diskrining oleh Palang Merah Indonesia (PMI), sehingga risiko terinfeksi HIV melalui transfusi darah seharusnya rendah, walau tidak nol.
HIV dapat menular melalui alat suntik (misalnya yang dipakai secara pergantian oleh pengguna narkoba suntikan), melalui alat tindakan medis, atau oleh jarum tindik yang dipakai untuk tato, bila alat ini mengandung darah dari orang yang terinfeksi HIV.
3.     HIV dapat menular pada bayi saat kehamilan, kelahiran, dan menyusui. Bila tidak ada intervensi, kurang lebih sepertiga bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu dengan HIV akan tertular.

HIV agak sulit menular, dan tidak menular setiap kali terjadi peristiwa berisiko yang melibatkan orang terinfeksi HIV. Misalnya, walau sangat berbedabeda, rata-rata hanya akan terjadi satu penularan HIV dari laki-laki yang terinfeksi pada perempuan yang tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Namun penularan satu kali itu dapat terjadi pada kali pertama.
Risiko penularan HIV dari seks melalui dubur adalah lebih tinggi, dan penularan melalui penggunaan jarum suntik bergantian lebih tinggi lagi. Risiko penularan dari seks oral lebih rendah, tetapi tetap ada.

HIV tidak dapat ditularkan melalui hubungan sosial

HIV hanya dapat hidup di dalam tubuh manusia yang hidup dan hanya bertahan beberapa jam saja di luar tubuh. HIV tidak dapat menular melalui air ludah, air mata, muntahan, kotoran manusia dan air kencing, walaupun jumlah virus yang sangat kecil terdapat di cairan ini. HIV tidak ditemukan di keringat. HIV tidak dapat menembus kulit yang utuh dan tidak menyebar melalui sentuhan dengan orang yang terinfeksi HIV, atau sesuatu yang dipakai oleh orang terinfeksi HIV; saling penggunaan perabot makan atau minum; atau penggunaan toilet atau air mandi bergantian.
 Perawatan seseorang dengan HIV tidak membawa risiko apabila tindakan pencegahan diikuti seperti membuang jarum suntik secara aman dan menutupi luka.
HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga pengisap darah yang lain.
Kebanyakan serangga tidak membawa darah dari satu orang ke orang lain ketika mereka menggigit manusia. Parasit malaria memasuki aliran darah dalam air ludah nyamuk, bukan darahnya.

Pengertian dan sejarah HIV dan AIDS

09 Feb 2013

Senin, 10 Desember 2012

Bagaimana cara penularan penyakit HIV ... ?

Bagaimana cara penularan penyakit HIV ... ?

CARA PENULARAN HIV

1.       HIV terdapat di darah seseorang yang terinfeksi (termasuk darah haid), air susu ibu, air mani dan cairan vagina.

Pada saat berhubungan seks tanpa kondom, HIV dapat menular dari darah, air mani atau cairan vagina orang yang terinfeksi langsung ke aliran darah orang lain, atau melalui selaput lendir (mukosa) yang berada di vagina, penis, dubur atau mulut.

2.     HIV dapat menular melalui transfusi darah yang mengandung HIV; saat ini darah donor seharusnya diskrining oleh Palang Merah Indonesia (PMI), sehingga risiko terinfeksi HIV melalui transfusi darah seharusnya rendah, walau tidak nol.

HIV dapat menular melalui alat suntik (misalnya yang dipakai secara pergantian oleh pengguna narkoba suntikan), melalui alat tindakan medis, atau oleh jarum tindik yang dipakai untuk tato, bila alat ini mengandung darah dari orang yang terinfeksi HIV.

3.     HIV dapat menular pada bayi saat kehamilan, kelahiran, dan menyusui. Bila tidak ada intervensi, kurang lebih sepertiga bayi yang dilahirkan oleh seorang ibu dengan HIV akan tertular.



HIV agak sulit menular, dan tidak menular setiap kali terjadi peristiwa berisiko yang melibatkan orang terinfeksi HIV. Misalnya, walau sangat berbedabeda, rata-rata hanya akan terjadi satu penularan HIV dari laki-laki yang terinfeksi pada perempuan yang tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Namun penularan satu kali itu dapat terjadi pada kali pertama.

Risiko penularan HIV dari seks melalui dubur adalah lebih tinggi, dan penularan melalui penggunaan jarum suntik bergantian lebih tinggi lagi. Risiko penularan dari seks oral lebih rendah, tetapi tetap ada.


Bagaimana cara penularan penyakit HIV ... ?